Sunday, October 09, 2011

Selamat Jalan, Baba


Hari itu (Jumat, 07 Oktober 2011) seperti hari-hari biasanya saya selalu terburu-buru berangkat menuju kantor. Kakak sudah bersiap di depan dengan motornya. Baba -panggilan untuk bokap- lagi asik menyaksikan sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang entah sudah berapa kali diulang.

Seperti hari-hari biasanya juga saya mencium tangan beliau sebelum berangkat ke kantor. Hari itu seperti hari-hari biasanya tidak ada tanda atau firasat apa-apa.

Pukul 14.30 tiba-tiba ada telpon dari Abang Rizal

"baba sakit lagi, pulang!"

Oh ya kejadian lagi dan saya sudah siap dengan kondisi terburuk entah kenapa saat itu perasaan itu begitu kuat. Saya sekuat mungkin untuk tetap tegar. Telpon ke rumah yang terdengar hanya suara tangisan dan benar saja ketika sampai rumah semua orang sudah berkumpul dan menangis.

Diruang tengah terbujur kaku sudah tertutup kain batik dan kerudung putih. Kusingkap kerudung putih yang menutup wajahnya. Baba dengan mukanya yang berseri dan terlihat tampak tersenyum bahagia. Wajah itu membuat saya tegar dan percaya beliau sudah damai dan bahagia.

Ibu menghampiri dan langsung memeluk. Kami berdua sempat menangis dan merangkul. Tidak dengan isakan yang keras hanya airmata yang membuncah.

"udah ya relain"

Jadi ini rasanya mimpi disiang bolong. Saya melihat wajah baba yang terbujur kaku itu seperti sedang tidur tak ada raut sedih dan kesakitan dimukanya. Sayapun mengganggapnya beliau sedang tidur pulas.

Hari ini ketika semuanya sudah selesai dan keluarga sudah balik ke rumah masing-masing aku melihat ibuku yang duduk disampingku. Memakan sesuap demi sesuap nasi yang seperti dipaksakan. Saya memaksanya untuk tetap makan. Ia tidak selera untuk makan katanya dan itu membuat saya kembali menangis sedih.

Ibu bagaimanapun adalah seorang sosok wanita yang butuh pendamping, pemimpin untuk hidupnya. Tapi sekarang itu semua sudah tidak ada. Rasa insecure itu yang membuat saya ingin memeluknya. Yang tabah ya enyak kita semua kehilangan baba. Selamat Jalan, Baba.

6 comments:

Enno 2:41 PM  

inalillahi wa innailaihi rojiun...

ikut berdukacita ya pul...
pernah mengalami duka yg sama, kehilangan yg sama... jd percayalah, gw ga sekedar basabasi, benar2 berharap lo kuat dan ikhlas.

gak kebayang ya perasaan nyokap lo.. bokap gw aja smp skrg msh sedih, pdhl udah mau setahun ditinggal...

mudah2an baba lo diberi tempat terbaik di sisi Allah, diterima iman islamnya, diampuni segala dosa dan kesalahannya. amin.

heRRu 3:57 PM  

Turut berduka cita ya Pul, Alloh pasti memberi yang terbaik buat kita.

dansapar 4:36 PM  

turut berduka, pul

smoga baba diberi tempat paling baik di sisi-Nya, diampuni dosa2nya, amiin

salam buat enyak lo ya
semoga selalu diberi kesehatan ...

Teppy 8:44 AM  

*peluk kenceng*

siaguslah 9:21 PM  

Turut berduka ya Pul.... :-(

punyadee 8:26 PM  

Turut berduka cita ya, zhar. Temenin nyokap ya :)