Bumi dan Langit
![]() |
| Museum Bank Indonesia |
Untuk kesekian kalinya saya mengunjungi museum ini dan jujur saya sangat tidak tertarik untuk menjelajahnya lebih dalam dan melihat koleksi yang ada. Museum ini tampak suram, lembab dan spooky seperti museum kebanyakan di Indonesia. Saya hanya duduk-duduk manis di depan papan petunjuk yang dijadikan loket untuk para pengunjung.
Beberapa orang sibuk dengan kamera besarnya dengan model bule cantik yang bergaya mengikuti arahan sang juru foto. Saya? lagi-lagi hanya menonton tidak tertarik sama sekali. Satu hal yang menarik perhatian saya ada kaca patri yang berada di depan saya. Saya menungggu orang-orang yang sedang belajar fotografi itu selesai untuk giliran mengambil foto kaca patri tersebut.
Akhirnya saya punya kesempatan juga mengambil gambar kaca patri yang ternyata sumbangan dari Karen CJ Van Aalst. Hampir 30 menit tapi teman saya tak ada kabar dan saya sudah bosan berada di museum yang lembab ini akhirnya saya menuju ke museum yang berada tepat disebelahnya.
Saya memang sudah penasaran dari awal karena museum tersebut lebih bagus dan terawat. Sayapun langsung masuk ke dalam Museum Bank Indonesia. Pintu otomatis terbuka dan udara dingin dari penyejuk udara langsung terasa. Sang petugas meminta saya untuk menitipkan tasnya dan saya bisa memasuki museum ini dengan gratis.
Takjub! yah saya langsung takjub karena ini pertama kalinya saya memasuki museum ini. Tidak ada kesan suram, angker dan sumpek yang ada hanya decak kagum karena kecanggihan teknologi yang dipakai di museum ini. Koleksinya yang terawat, permainan dan pencahaan lampu bikin betah berlama-lama disini.
Museum Bank Indonesia sebenarnya sudah dibuka untuk umum sekitar pertengahan tahun 2009. Jalur buat para pengunjung sangat jelas dan hanya ada satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Disambut dengan big screen dengan gambar koin koin yang berjatuhan lalu ada tentang asal muasal perdagangan di Indonesia.
![]() |
| Museum BI |
![]() |
| ruang pamer yang sangat hi-tech di Museum Bank Indonesia |
Museum Bank Indonesia menceritakan asal muasal dari berdirinya perbankan di Indonesia dimulai dari perdagangan dan perekonomian sedangkan Museum Mandiri hanya menceritakan sejarah berdirinya Bank Mandiri saja. Sayangnya ketika baru sekitar sepuluh menit saya harus menyudahi kunjungan saya karena teman saya sudah sampai.
Dua museum yang sama-sama dikelola oleh swasta ini nasibnya bak langit dan bumi. Museum Mandiri yang sangat ala kadarnya sepertinya tidak mampu meyaingi Museum Bank Indonesia yang sangat layak untuk dikunjungi ini dan saya sangat rekomendasikan. Memang benar yah ada uang ada rupa, ada kemauan pasti ada jalan. Semoga museum-museum di Indonesia bisa menjadi museum yang amat sangat layak dan nyaman untuk dikunjungi, Aamiin.













1 comments:
ahhhh sampai skrg blm kesampaian masuk museum bi ;(
Post a Comment