Wednesday, November 18, 2009

Warna-Warni Kemah Pelangi

Setelah hampir tiga bulan persiapan akhirnya hari yang ditunggupun tiba juga. Jumat 13 Nov, Jakarta sore hari diguyur hujan yang lebat dan menyebabkan macet dimana-mana (termasuk saya terjebak macet).

Jam 10 malem saya baru sampai di Parkir Timur Senayan sedangkan peserta yang lain sudah hampir tidur terlelap di dalam bus menunggu keberangkatan. Cek cek sebentar daftar peserta dan jam 11 kami semua berangkat.

Sempat berhenti sebentar di KM.59 untuk menunggu bus yang satunya lagi dan akhirnya kami sampai di Gunung Puntang, Banjaran Bandung Selatan jam 03.30 pagi. Tenda sudah terpasang rapi. 15 tenda besar dan 10 tenda kecil buat peserta dengan total 120 orang lebih.

Saya dan panitia lainnya tidak tidur langsung membereskan segala hal, mengatur tenda, membagikan sleeping bag dan matras.

Setelah membiarkan peserta isitirahat sebentar dan sarapan bubur kacang hijau sudah siap semua peserta berkumpul untuk dibagikan syal+pin warna warni dan pembagian kelompok.


Acara pertama adalah trekking menyusuri sungai dari camping ground menuju kebawah dan sampai lagi di camping ground. Dari sini kita mengumpulkan lagi peserta di hamparan rumput hijau untuk perkenalan semua peserta dan panitia.




Sambil menunggu makan siang kami semua berkumpul kembali di camping ground sambil membuat roket air. Acara ini diisi oleh temen kami Japro dari LAPAN.

Peragaan dan pembuatan roket air ini menarik semua peserta baik anak-anak sampai orang dewasa.


Setelah makan siang kami membebaskan peserta untuk isitirahat. Saya dan beberapa teman memilih untuk tiduran di hammock yang kami pasang diantara jejeran pohon pinus. Semakin sore anginn yang berhembus semakin kencang dan kamipun menyudahi istirahat siang kami.




Acara selanjutnya adalah menerbangkan layang-layang. Kami membawa 100 buah layang-layang untuk dimainkan bersama. Sore hari menjadi lebih semarak dengan puluhan layang-layang bertebangan di atas camping ground.

Malam pun terus beranjak kami mengumpulkan seluruh peserta di tenda pleton untuk sedikit sharing dari INDONESIA BERTINDAK yang dikepalai oleh mas Iwan dan juga mendengarkan sharing dari 360indonesia oleh mas Irvan.

Selain itu kami juga memberikan surprise untuk para peserta yang berulang tahun di bulan November. Lepas acara sharing dan makan malam saya memilih untuk tidur karena sudah terlalu lelah sedangkan yang lain masih asik bermain apin unggun.



Pagi harinya sebelum sarapan kami semua olahraga sebentar sekedar menghilangkan udara dingin dan hawa kantuk. Sebelum pulang masih ada beberapa games diantaranya ulir tangga untuk anak kecil dan bermain tarik tambang untuk yang dewasa. Oh iya ada pembagian doorprize berupa voucher hotel di Grand Kemang dan sebuah Kamera Digital Panasonic Lumix.

Alhamdulillah acara lancar dan tidak turun hujan sama sekali. Setelah makan siang kami semua meninggalkan Gunung Puntang dan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktifitas masing-masing.






ket: foto diambil dari hamok, yudha, adhit, lutfhi

Sunday, November 15, 2009

Bercumbu


Matahari tenggelam
Aku kembali bercumbu
dengan gelap...
dengan bintang yang tak kunjung datang

Kuresapi suara itu
sungai
kubiarkan ia bersenandung
...
akupun kembali bercumbu

Matahari itu datang
dengan terang
Aku kembali bercumbu
...
rumput basah, embun

Kali ini kulupakan pelangi
kulupakan hujan
aku hanya ingin bercumbu denganmu,
Matahari


:Gunung Puntang, November 2009




*)photo by me!

Monday, November 09, 2009

can i walk with you?


benih itu sudah tertanam
tumbuh,
menjalar dan terus mengakar

Rindu...

Entahlah pupuk apa yang yang kau beri sehingga benih ini sebegitu cepatnya tumbuh dan bersemi dalam hatiku.

Entah berapa lama lagi aku kuat menahan rasa ini, rasa yang terus menghantui dan memburuku. Membuatku terjaga dengan sensai yang ada. Aneh, menggelitik namun menyenangkan.

Pintu ini semakin lama terus membuka dan aku membiarkanmu masuk untuk menentukan pilihanmu. Memelukku atau hanya sekedar menyalamiku.

Saat ini aku tak mampu lagi berkata-kata hilang semua apa yang akan kuucap semua hanya bisa kurasa. Gelisah, takut!

Alasan apa yang kau minta dan jawaban apa yang kau harapkan aku tak bisa memenuhinya. Yang kutahu hanya satu kata "CINTA"




Kusimpan kata-kata ini untukmu
:.can i walk with you?

Monday, November 02, 2009

Saat ini, biarkan saja!

Pintu ini masih tertutup, hanya sebagian tidak sempurna. Aku masih bisa melihatnya dari luar.

Aku memang sengaja membiarkannya. Tidak terbuka juga tidak tertutup.

Ada seseorang dibalik pintu ini. Saat ini aku masih membiarkannya disitu tapi sebagian dirinya telah mengisi ruang kosong dibalik pintu ini tepat aku berdiri memandanginya.

Mengapa tak kau bawa serta dirinya masuk menemanimu?

Jangan kau tanya itu, aku tak akan menjawabnya. Seribu pertanyaan yang terlontarpun akan kujamin tak ada sepatah penjelasan dariku.

Saat ini, biarkan saja!




ada yang aneh...menggelitik namun menyenangkan..membuatku tertawa sendiri
-ubertwitter: 1 nov 2009-

Wednesday, October 28, 2009

Tak Terlukis Malam

"Kamu tahu apa yang tak dilukis malam?"

tanyaku pada dirinya yang sedang berbaring menghadap langit, bersandar lembut didadaku. Ia tidak menjawab hanya diam dan sesekali mencumbu pipiku.

"bintang!" bisiknya ditelingaku.

Malam ini memang tak ada bintang mungkin besok akan turun hujan. Bulan purnama memantul indah di telaga tepat dihadapan kita.

"bukan itu" jawabku
"lalu apa??"

Kali ini akupun tak mejawab hanya tersenyum dan memandang dalam wajahnya. Menikmati aroma tubuhnya, mengecup lembut bibirnya. Manis bagai candu aneka rasa. Kamipun terdiam, menghembus nafas dalam ritme yang sama.

Hening...senyap...tapi tidak dengan hatiku.

Hati yang bergejolak siap memburu dan menikam apa yang ada. Menahan rasa antara cinta dan nafsu yang melanda. Keringat mengucur, detak jantung berdegup kencap dan darah mendesir cepat. Kusingkirkan jauh lamunanku dan mendekapnya meredam rasa yang ada.

"ayo jawab!"

Pintanya untuk kesekian kalinya.

Aku memandang dalam wajahnya, menikmati aroma tubuhnya. Memberikan senyumku untuk kekasih tecinta yang pada malam aku berjanji untuk setia.

"WAJAHMU"

Malam tak sanggup melukis indahnya wajahmu, wajahmu telah mempatri hatiku. Mengisi sekat-sekat yang tersisa dengan cinta dan asa yang selalu kau bawa. Pada malam aku berjanji untuk setia terhadap apa yang tak dapat ia cipta.

Dirimu dengan segala kekuranganmu



::Mei 2009

Tuesday, October 27, 2009

Tandang ke Puntang

Malam semakin tua ketika kami berkumpul di Cawang untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. Sayangnya sudah tidak ada lagi Bus antar kota yang berhenti di Cawang akhirnya kami harus menaiki Transitas menuju Jatibening.

Tidak lama kamipun meninggalkan Jakarta dan malam yang semakin memudar menjemput pagi.

Jam setengah dua dimana mata baru saja membuka kamipun harus segera turun dipinggir tol, Cimareme tepatnya. Apa yang saya dapatkan ketika membuka mata adalah suatu kejadian yang membuat saya tertawa.

"kenape lo ketawa kenceng banget?"

seorang teman berkata seperti itu ketika melihat saya tertawa. Bagaimana tidak, turun di pinggir tol malam-malam saja sudah menjadi pengalaman baru buat saya apalagi ini jejeran lampu-lampu kecil disetiap langkah saya menuruni jalan berundak menuju jalan raya di bawah jalan tol adalah hal yang romantis yang saya dapatkan. Wajar saja kalo saya tertawa ditengah malam buta.

Setelah bermalam di rumah kakaknya salah satu teman saya dan puas dengan sarapan yang mengenyangkan kamipun melanjutkan perjalanan dengan menyewa angkot menuju daerah Bandung Selatan, Gunung Puntang.

Mampir sebentar untuk membeli perbekalan di pasar terdekat dan akhirnya sampai disana setelah hampir dua jam perjalanan. Perjalanan setelah hampir mendekati Gunung Puntang sangat indah sekali dan hawa sejuk mulai terasa ketika kami memasuki gerbang Bumi Perkemahan Gunung Puntang.

Istirahat sebentar disebuah warung sebelum mencoba trekking menuju Curug Siliwangi yang berjarak 3.5 KM. Bertanya sama ibu penjaga warung dan dia menjawab bahwa mencapai curug itu sangat susah dan jalan setapak menuju kesana susah untuk diikuti.

"butuh 2 jam lebih untuk mencapai sana itu juga kalau ketemu jalannya" begitu katanya.




Karena keterbatasan waktu kami mencoba trekking disekitar Gunung Puntang saja dan mencoba melihat Goa Belanda. Tapi karena penasaran kamipun akhirnya mencoba trekking menuju sana dengan patokan kalau hujan kita turun dan berhenti melakukan trekking.

Benar saja setelah hampir setengah jam trekking menuju atas hujanpun turun dan kami memutuskan untuk turun dan lagi-lagi kami berteduh di warung sambil menunggu hujan reda.

Hari sudah semakin sore dan hujanpun sudah reda, kamipun langsung bergegas mendirikan dua buah tenda. Satu tenda kami khususkan untuk menyimpan barang dan satu tenda lagi untuk kami.



Semakin malam udara semakin dingin dan kamipun membakar kayu membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh kami. Seorang teman saya membuat wedang secang untuk penghangat tubuh dan yang lain memasak untuk makan malam.

Semakin malam udara semakin dingin dan angin yang berhembus semakin kencang akhirnya kami memilih untuk masuk ke dalam tenda untuk istirahat.

Matahari mulai menerpa dan menghangatkan tenda kami yang berembun. Akhirnya saya memilih untuk bangun dari tidur saya. Seorang teman sudah memasang hammock yang memang kebetulan banyak sekali pohon pinus yang sangat mendukung untuk memasang hammock. Sebuah buku sudah ada dipegangan teman saya dan satu hal yang terlupa adalah 'buku' saya lupa memasukkan buku kedalam ransel saya *anjrit*. Dan saya akhirnya hanya tiduran di hammock dan membiarkan matahari menyinari wajah saya.



Makan pagipun sudah siap dan kamipun bersantap sebelum mulai trekking kembali. Kali ini kami menuju ke Curug Cikahuripan yang jaraknya lebih dekat. Butuh waktu 20 menit untuk sampai ke curug tersebut. Curugnya tidak terlalu besar memang tapi setidaknya kesampean juga main ke curug.

Setelah dari curug kami lalu melanjutkan trekking menyisir sungai dari bawah sampai ke atas menuju lokasi kolam cinta.




Gunung Puntang dahulu merupakan sebuah kawasan transmisi penyiaran yang didirikan oleh Belanda dan kawasan ini seperti sebuah kota tersendiri dimana semua fasilitas lengkap ada disini mulai dari rumah para pegawai sampai gedung bioskop. Tapi sayangnya semua itu sudah menjadi sejarah hanya tinggal puing-puing saja yang tersisa.

Setelah puas menikmati Gunung Puntang akhirnya kami memutuskan untuk bali ke Jakarta. Kesejukan udara dan keindahan alamnya membawa kenangan tersendiri untuk memulai hari baru sesampainya di Jakarta.

Wednesday, October 21, 2009

Kemah Pelangi 2009


Untuk kedua kalinya Indonesia Bertindak mengadakan event yang diberi nama Kemah Pelangi. Acara ini akan diselenggarakan pada:

Tanggal : 13 - 15 November 2009
Tempat : Gunung Puntang, Bandung
Biaya : Rp. 299.000 (incl. Transportasi bus PP, makan 3X (makan siang, makan malam, makan siang), retribusi camping ground, asuransi, souvenir ekslusif dari Indonesia Bertindak, doorprize dengan hadiah menarik)

Pendaftaran:
mengirimkan email ke: indonesiabertindak@gmail.com

Untuk informasi lebih lengkapnya bisa di klik Kemah Pelangi 2009

 
© free template by Blogspot tutorial